Jangan Asal Cari Modal Usaha, Kenali Jenis dan Sumber Dana yang Tepat untuk Bisnis

Qverse.id
Tiga pebisnis perempuan berdiskusi dalam rapat bisnis

Modal usaha sering dibicarakan seolah persoalannya sederhana: bisnis butuh uang, lalu mencari sumber dana.

Padahal, kebutuhan modal yang berbeda seharusnya ditangani dengan sumber pendanaan yang berbeda juga.

Dana untuk membeli stok tidak memiliki fungsi yang sama dengan dana untuk membeli mesin, membuka cabang, atau mempercepat ekspansi. Karena itu, sebelum mencari modal, pebisnis perlu memahami terlebih dahulu apa yang ingin dibiayai dan bagaimana dana tersebut akan kembali ke bisnis.

Akses terhadap pembiayaan sendiri masih menjadi salah satu tantangan bagi banyak usaha kecil dan menengah. Di Indonesia, laporan OECD mencatat bahwa akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi banyak UMKM, meskipun berbagai skema pembiayaan telah tersedia.

Apa Itu Modal Usaha?

Modal usaha adalah sumber daya yang digunakan untuk memulai, menjalankan, atau mengembangkan bisnis.

Dalam bentuk finansial, modal dapat digunakan untuk membeli bahan baku, menambah inventaris, membayar operasional, membeli aset, hingga membiayai ekspansi.

Namun, modal sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai uang yang tersedia.

Bagi bisnis, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana modal tersebut digunakan untuk menjaga operasional atau menciptakan kapasitas pertumbuhan baru.

Tentukan Dulu: Modal Dibutuhkan untuk Apa?

Sebelum mencari sumber dana, pebisnis perlu menentukan tujuan penggunaan modal. Jika dana dibutuhkan untuk membeli stok, bahan baku, membayar biaya produksi, atau menjaga operasional harian, kebutuhannya termasuk modal kerja.

Jika dana digunakan untuk membeli mesin, teknologi, kendaraan operasional, atau membuka fasilitas baru, kebutuhannya lebih dekat dengan modal investasi.

Sementara itu, bisnis yang sudah memiliki traction dapat membutuhkan growth capital untuk mempercepat ekspansi, membuka kanal penjualan baru, atau menjalankan peluang yang membutuhkan modal lebih cepat dibandingkan kemampuan kas internal.

Dengan menentukan tujuan penggunaan dana sejak awal, bisnis dapat menghindari mengambil pendanaan yang struktur atau jangka waktunya tidak sesuai dengan kebutuhan.

Dari Mana Modal Usaha Bisa Didapatkan?

Pebisnis menghitung uang di kantor, melambangkan sumber modal usaha

Sumber pertama adalah dana internal. Modal dapat berasal dari tabungan founder, laba yang ditahan, atau kas perusahaan yang memang dialokasikan untuk pertumbuhan.

Keuntungannya adalah bisnis tidak memiliki kewajiban kepada pihak luar dan tidak perlu mengubah struktur kepemilikan. Namun, kapasitas dana internal tentu terbatas.

Mengandalkan dana sendiri juga dapat membuat ekspansi berjalan lebih lambat ketika peluang pasar membutuhkan eksekusi cepat.

Sumber kedua adalah pinjaman atau pembiayaan. Bisnis dapat memperoleh modal dari bank atau lembaga pembiayaan sesuai persyaratan masing-masing.

Pendanaan berbasis utang memungkinkan founder mempertahankan kepemilikan perusahaan, tetapi bisnis perlu mempertimbangkan kewajiban pembayaran, biaya modal, tenor, dan kemungkinan persyaratan agunan.

Sumber ketiga adalah investor atau equity financing. Dalam skema ini, investor memberikan modal dengan imbalan sebagian kepemilikan perusahaan.

Pendanaan ekuitas dapat cocok bagi bisnis yang membutuhkan modal besar atau dukungan strategis jangka panjang. Konsekuensinya, founder perlu mempertimbangkan dilusi saham dan perubahan struktur kepemilikan.

Sumber lainnya adalah pendanaan alternatif atau non-dilutive. Model seperti revenue-based financing atau venture debt dapat memberi bisnis tambahan modal tanpa harus langsung melakukan equity round baru, meskipun tetap memiliki biaya atau kewajiban pendanaan masing-masing.

World Bank juga mencatat bahwa sumber pendanaan bagi bisnis dapat mencakup kredit, skema penjaminan, hingga equity dan debt/quasi-debt bagi startup atau perusahaan bertumbuh yang mungkin sulit mengakses pembiayaan bank tradisional. Sumber pendanaan dapat disesuaikan dengan tahap dan karakteristik bisnis.

Berapa Modal yang Sebenarnya Dibutuhkan?

Mencari modal sebaiknya tidak dimulai dari pertanyaan, “berapa besar dana yang bisa didapatkan?”

Mulai dari kebutuhan bisnis. Hitung apa saja yang akan dibiayai, berapa lama dana tersebut dibutuhkan, dan kapan pengeluaran tersebut diperkirakan mulai menghasilkan arus kas kembali.

Pebisnis juga perlu menghitung berapa banyak dana internal yang aman digunakan tanpa mengganggu operasional sehari-hari. Jangan lupa mempertimbangkan kemungkinan pendapatan masuk lebih lambat dari proyeksi.

Dengan perhitungan ini, bisnis dapat mencari pendanaan berdasarkan funding gap yang nyata, bukan mengambil modal sebanyak mungkin hanya karena tersedia.

Kapan Bisnis Perlu Mencari Modal Tambahan?

Dua pebisnis berjabat tangan dalam rapat, melambangkan modal tambahan

Modal tambahan tidak hanya dibutuhkan ketika kas hampir habis. Waktu yang lebih sehat untuk mempertimbangkan pendanaan adalah ketika bisnis sudah menemukan kebutuhan atau peluang yang jelas, tetapi dana internal belum cukup untuk menjalankannya.

Contohnya, bisnis mendapatkan pesanan besar tetapi membutuhkan inventaris di muka, ingin menambah kapasitas produksi karena permintaan meningkat, atau memiliki peluang ekspansi yang sudah menunjukkan potensi komersial.

Pendanaan juga dapat membantu bisnis menghadapi kesenjangan arus kas sementara, misalnya ketika pembayaran pelanggan belum masuk tetapi biaya operasional tetap harus berjalan.

World Bank menempatkan akses pembiayaan sebagai faktor penting yang memungkinkan usaha kecil dan menengah untuk bertahan, berinovasi, dan berkembang.

Namun, modal tambahan sebaiknya tidak digunakan hanya untuk menunda masalah bisnis yang belum terselesaikan.

Sebelum mencari dana, founder perlu mengetahui apa yang akan berubah setelah pendanaan masuk dan bagaimana bisnis akan menanggung biaya atau konsekuensi dari sumber modal tersebut.

Pada akhirnya, modal usaha yang tepat bukan selalu modal dengan nominal terbesar atau proses pencairan tercepat.

Pilihan yang sehat adalah modal yang tujuan penggunaannya jelas, biayanya dipahami, dan struktur pendanaannya sesuai dengan tahap serta kemampuan bisnis.

Bagi founder yang membutuhkan modal untuk menangkap peluang pertumbuhan, Qverse hadir sebagai growth funding partner dengan pendekatan pendanaan yang adil, berbagi risiko, dan membantu bisnis bertumbuh tanpa agunan yang memberatkan.

Suka dengan artikel ini? Bagikan kepada rekan Anda.

Artikel Terkait

Amplify

Cara Mudah Mengembangkan Bisnis Anda.

Bergabunglah dengan Qverse dan dapatkan akses instan ke pembiayaan dengan mengisi formulir.