Modal Bisnis vs Modal Usaha: Beda Istilah atau Beda Fungsi?

Qverse.id
Barista di meja kafe menyerahkan kembalian kepada pelanggan di dekat layar POS kecil dan papan menu

Istilah “modal bisnis” dan “modal usaha” sering digunakan bergantian. Tidak heran, karena keduanya sama-sama merujuk pada sumber daya atau dana yang digunakan untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan kegiatan usaha.

Karena itu, dalam banyak konteks, perbedaan antara modal bisnis dan modal usaha lebih banyak berasal dari cara istilah tersebut digunakan, bukan karena keduanya merupakan dua kategori keuangan yang benar-benar berbeda.

Bagi pebisnis, pertanyaan yang lebih berguna bukan “mana yang disebut modal bisnis dan mana yang disebut modal usaha?”, tetapi modal tersebut digunakan untuk apa dan berasal dari mana.

Apakah Modal Bisnis dan Modal Usaha Sama?

Secara umum, keduanya memiliki arti yang sama. Istilah modal usaha lebih sering muncul dalam konteks usaha kecil, UMKM, pendirian usaha, atau pencarian tambahan dana sementara istilah modal bisnis sering digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti pengembangan perusahaan, strategi pertumbuhan, investasi, atau pengelolaan kapital.

Namun, perbedaan tersebut lebih bersifat kebiasaan bahasa daripada klasifikasi finansial formal.

Dalam regulasi pembiayaan, misalnya, OJK justru membedakan modal berdasarkan fungsi penggunaannya, seperti pembiayaan modal kerja untuk kebutuhan yang habis dalam satu siklus usaha dan pembiayaan investasi. Misalnya untuk aktivitas seperti ekspansi, modernisasi, atau pembelian barang modal.

Modal Digunakan untuk Apa?

Meski memiliki arti yang kurang lebih sama, fungsi dana berbeda tergantung fase usaha.

Yang pertama adalah modal awal. Modal ini digunakan untuk menyiapkan bisnis sebelum mulai beroperasi, misalnya membeli peralatan, mengurus legalitas, membuat produk awal, atau membangun kanal penjualan.

Yang kedua adalah modal kerja. Modal kerja digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional yang terus berputar, seperti bahan baku, inventaris, produksi, distribusi, atau kebutuhan kas harian.

OJK mendefinisikan pembiayaan modal kerja sebagai pembiayaan untuk kebutuhan pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha.

Yang ketiga adalah modal investasi. Dana ini digunakan untuk kebutuhan yang manfaatnya lebih panjang, seperti pembelian mesin, teknologi, kendaraan operasional, modernisasi, atau ekspansi usaha.

Berbeda dari modal kerja yang terus berputar, modal investasi, misalnya modal ventura, bertujuan memperkuat kapasitas bisnis untuk menghasilkan pendapatan di masa depan.

Sumber Modal Juga Penting

Orang berkemeja putih menghitung uang kertas di meja kayu yang penuh dengan dokumen keuangan dan kalkulator

Selain fungsi, pebisnis perlu memahami dari mana modal tersebut berasal. Modal dapat berasal dari dana internal, seperti tabungan founder atau laba yang ditahan.

Bisnis juga dapat menggunakan pinjaman atau pembiayaan, yang memungkinkan perusahaan memperoleh dana tanpa langsung melepaskan saham tetapi membawa kewajiban pembayaran.

Pilihan lainnya adalah equity financing, ketika investor memberikan modal dengan imbalan sebagian kepemilikan perusahaan.

Ada pula bentuk pendanaan alternatif seperti venture debt, revenue-based financing, atau instrumen lain yang dapat digunakan sesuai tahap dan kebutuhan bisnis.

World Bank mencatat bahwa sumber pendanaan bagi perusahaan dapat mencakup kredit, equity, serta debt atau quasi-debt, terutama bagi startup dan perusahaan bertumbuh yang belum tentu cocok dengan pembiayaan bank tradisional.

Jadi, Modal Apa yang Dibutuhkan Bisnis?

Perempuan di meja kafe memesan minuman dari barista tersenyum bertopi kupluk oranye di depan kaleng-kaleng tembaga

Cara paling sederhana untuk menjawabnya adalah mulai dari kebutuhan bisnis. Jika dana digunakan untuk membeli stok dan membiayai operasional, fokusnya adalah modal kerja.

Namun, jika dana digunakan untuk membeli aset yang akan mendukung bisnis selama beberapa tahun, kebutuhannya lebih dekat dengan modal investasi.

Saat bisnis memiliki peluang ekspansi yang sudah jelas tetapi kas internal belum cukup, founder dapat mulai mengevaluasi kebutuhan growth capital dan sumber pendanaan yang sesuai.

Setelah tujuan dana jelas, barulah pebisnis dapat membandingkan konsekuensi dari setiap sumber modal: apakah membutuhkan pembayaran kembali, agunan, pembagian pendapatan, atau pelepasan sebagian kepemilikan. Yang terpenting adalah memastikan bahwa fungsi modal, jangka waktu penggunaan, dan sumber pendanaannya sesuai dengan kondisi bisnis.

Suka dengan artikel ini? Bagikan kepada rekan Anda.

Artikel Terkait

Amplify

Cara Mudah Mengembangkan Bisnis Anda.

Bergabunglah dengan Qverse dan dapatkan akses instan ke pembiayaan dengan mengisi formulir.